Minggu, 03 November 2013

Please... Don't...



Please...
Don't smile that sweet,
You know nothing about the effect.
Don't laugh that crunchy,
You have no idea how it hurts me.
Don't stare at me,
You just don't know what will happen.
Because...
When you smile,
I can't help but dying inside.
When you laugh,
My heart beating damn fast.
When you stare at me,
I crush on you more.

Nurul M.Y

Sabtu, 07 September 2013

Rasaku Tak Pernah Salah



Setiap manusia mempunyai suatu sudut ruang di dalam dirinya. Ruang yang hanya Tuhan dan diri sendiri yang mampu meniliknya. Sedih, bahagia, gelisah, putus asa, hampa. Segala macam perasaan, bersumber dan bermuara disitu. Ruang itu bisa begitu rapuh bisa pula begitu kuat. Rindu yang besar bisa memenuhinya hingga terasa sesak. Dan saat patah, ruang ini yang akan tertikam. Suatu ruang yang begitu absurd karena bahkan sang pemilik bisa kewalahan dibuatnya. Seperti diriku. Sulit mengartikannya. Karena suatu ‘rasa’ hinggap di ruang milikku. Dan kamu yang memberinya. Rasa yang tidak asing lagi sebenarnya. Maka dari itu, aku tahu benar aku memang benar. Aku bahagia akan rasamu tapi tetap tak bisa memenuhinya.

Aku menyayanginya. Dia yang dari masalaluku namun masih betah bersarang di bilik hati. Terjebak nostalgia, kata Raisa.

Tapi rasaku tak pernah salah.

Aku menyukaimu. Seperti aku menyukai dirinya dulu. Menyukai dia untuk pertama kalinya.

Rasaku tak pernah salah. Karena sudah terlampau sering, bahkan sudah bosan, aku bertanya pada ruang dalam diriku ini. Aku menyayanginya pun menyukaimu.

Aku tahu pasti bahwa ‘menyesal’ akan menghampiriku suatu saat nanti. Tapi ini keputusanku. Dan pilihanku adalah “sendiri”. Meski rasaku tak pernah salah.



Nurul.

Rabu, 24 April 2013

Our 1st Work


Assalamualaikum... ^^

Fellas! Dinding Kata Pelita edisi pertama sudah terbit! Yuhuuu \^,^/ senang sekali rasanya...
Wait, yang saya maksud ‘Pelita’ disini bukan lampu yang terbuat dari kaleng susu bekas dan yang asapnya bisa menghitamkan lubang hidung itu loh yaa...
Pelita. Penggiat Literasi Sastra itulah kepanjangannya. Sebuah komunitas pencinta sastra yang bergerak dalam menekuni dan menguliti sastra. Yang diketuai oleh Hamiruddin alias Amy, sekertaris saya sendiri, Nurhalimah sebagai bendahara, dan Alwia sebagai anggota. Yup! Kami masih dalam skala kecil, tapi kami berusaha untuk melakukan hal besar dan menghasilkan karya yang besar pula. From zero to hero. From nothing to something. Kami meyakini itu.
Kegiatan kami adalah berdiskusi. Mendiskusikan tentang berbagai hal yang sedang booming di masyarakat dan juga bedah buku. Kami pilih satu topik kemudian menelanjanginya. Dan setelah berdiskusi panjang lebar, kami akan menulis hasil diskusi kami dalam bentuk sebuah tulisan kemudian kami kemas menjadi sebuah Dinding Kata.





Ini adalah Dinding Kata edisi pertama. Topiknya adalah Twitter Pak SBY, presiden kita.
Kami menempatkan kolom komentar pada Dinding Kata kami agar teman-teman yang lain juga bisa berpartisipasi dalam memberikan tanggapan tentang topik yang kami angkat. Seperti yang kalian lihat di atas, responnya baik sekali. Banyak yang komen! Haha


The crew (without kk Amy)

So, what ‘bout you guys? Tentang twitter pak SBY...

Ahh hampir lupa. Guys, hari ini bertepatan dengan AMARAH (April Makassar Berdarah). Tentang tragedi kemanusiaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di kampus kami, Universitas Muslim Indonesia, 17 tahun yang lalu (24 April 1996). Tiap tahun kampus kami memperingatinya demi mengenang kembali para korban.
Untuk kronologis dan kisah lengkapnya, minta tolong sama Oom google saja, pasti di bantu. Hehe

Sekian, see ya Maniz.... 

Wassalam