Minggu, 11 Desember 2011

Abu-Abu


Kamu bukanlah putih,
Bukan pula kelam,
Kamu itu… Abu-abu!
Desember, 2009.
Senja hari ini terasa indah bagiku. Matahari yang hendak turun ke peraduannya dan ombak yang terus menghantam ke tepian menemaniku menunggu dirinya. Beberapa menit yang lalu dia memintaku untuk bertemu disini. Sudah beberapa menit yang lalu. Dinginnya panggul yang ku duduki sekarang terasa mulai menusuk dagingku. Aah dimana dirinya? Tapi aku akan terus menunggu dirinya, menunggu dia yang kusayangi. Saat matahari sudah membentuk setengah lingkaran di ujung laut sana, kudengar namaku di panggil. Aku berbalik ke arah suara itu dan kudapati dirinya sedang berdiri disana dengan senyuman. Tapi kenapa senyuman itu membuat hatiku resah?.
“Sorry”
Aku tersenyum, walau kecewa kurasa. Dia selalu begitu. Hanya maaf yang dia ucapkan. Tanpa alasan. Tanpa penjelasan kenapa dia terlambat. Tapi itu tidak masalah, asalkan dia datang, itu cukup bagiku.
Kami duduk berdua diatas panggul semen yang menghadap langsung ke laut lepas. Angin pantai mengibas-ngibaskan rambutku. Senyum tak lepas dari wajahku saat itu. Beberapa saat, dia hanya terdiam. Dan saat dia membuka mulut, kata-kata yang keluar dari mulutnya itu membuat perubahan raut di wajahku. Dadaku sakit. Kurasakan mataku mulai menghangat. Aku tak sanggup mendengarnya, yang meminta untuk mengakhiri hubungan kami. Masalah keluarga. Itu alasannya. Tapi kenapa harus putus? Tak tahukah dia, betapa sayangnya aku padanya? Dengan mudahnya dia mengucapkan kata itu lagi serta dengan alasan yang tidak bisa aku terima.
Kejadian-kejadian beberapa bulan yang lalu kembali terputar di otakku. Seperti slide-slide hitam putih yang melintas di depan mataku.
“aku mau kita putus!” air mataku berlomba untuk keluar saat dia mengucapkan itu. Kata-kata itu mampu merobek-robek hatiku. Hidupku seakan tak ada artinya lagi. Aku melampiaskannya dengan meminum minuman yang tak seharusnya aku sentuh. Menyileti tanganku yang tak berdosa. Sakit di hatiku lebih perih dibanding dengan perihnya tangan ini. Untuk bernafaspun terasa sulit bagiku. Aku sangat menyayanginya. Aku sayang dia yang pemarah, dia yang kasar, dan dia yang angkuh.
Ya, kami pernah pacaran dan putus kemudian kembali lagi. Tapi hanya beberapa bulan balikan dengannya, sekarang dia meminta untuk mengakhiri semuanya. Mengakhiri kisah yang telah kami rajut selama ini.
“ Lupakan aku, Ana “ Dheg. Aku menatapnya nanar. Yang aku tahu sekarang dadaku terasa sesak. Dia menatapku kembali, menegaskan kata-katanya. Kehangatan dimataku pun tak sanggup lagi kutahan. Butir bening itu menghambur keluar. Butiran bening yang bukan berasal dari mata tapi dari muara hatiku. Hatiku perih. Mungkin aku akan bisa menerima kalau dia meminta untuk putus walau berat bagiku, tapi melupakannya? Tak sadarkah dia bahwa nyawa ini adalah dirinya? Berlutut. Ya, aku berlutut di depannya, meminta menarik kembali kata-katanya itu. Dia bergeming. Menatapku sekilas kemudian berlalu. Yang dia tak tahu, saat dia pergi, dia meninggalkan luka dihatiku. Luka yang tak ku tahu kapan akan sembuh. Meninggalkan air mata yang tak tahu kapan akan reda.
***
Beberapa minggu setelah kejadian itu, air mata menjadi sahabat setiaku selama beberapa hari. Tubuhku melemah hanya karena memikirkan dirinya. Dirinya yang memberiku bahagia sekaligus luka. Aku hanya berbaring di tempat tidur, enggan melakukan kegiatan lain. Berlebihan memang, tapi rasa yang ada dalam hati ini yang membuatku berbuat begini. Kalian menyebutnya cinta. Tapi bagiku, ini bukan cinta, andai ada kata yang bisa menggambarkan sesuatu yang lebih dari cinta, maka itulah yang kurasakan.
Hari berganti hari, aku mulai mencoba untuk membuka hatiku untuk yang lain. Sekedar mengisi kekosongan yang kurasa saat ini. Aku menjalin hubungan dengan orang lain, berharap aku bisa menghapus walau sedikit luka di hatiku. Tapi, hubungan yang baru kujalin tak pernah bertahan lama, selalunya berakhir karena dirinya. Setiap kali diri ini menjalin hubungan dengan seseorang, dia mendekat dan kemudian menjauh setelah hubunganku hancur. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Aku bimbang. Aku galau. Dikala diri ini mencoba melupakannya, dia selalu datang, mengatakan kalau dia sayang padaku tapi dia tak mau kembali karena dia takut hanya akan memberi luka untukku.  bukankah yang dia lakukan saat ini malah memberiku luka yang lebih?  Dia memberikan harapan untukku. Tapi aku tahu harapan itu semu. Kosong. Karena walaupun selama ini aku mencoba menjadi terbaik untuknya, dia tak pernah menghargai itu. Bahkan aku meninggalkan orang-orang yang kusayangi demi dirinya, dia pun tak pernah menyadari itu. Walau dia melakukan hal itu padaku, jujur, aku masih menyayanginya. Ya, tak berkurang sedikitpun rasa itu. Nasehat-nasehat dari sahabatku untuk melupakannya tak aku hiraukan. Aku bertahan. Entah bertahan untuk dirinya atau bertahan untuk tersakiti.


***
Setelah memberikan bahagia dan air mata beberapa hari ini, tak lama lagi hari dimana aku dikeluarkan dari rahim ibuku akan tiba. Dia membuat janji padaku akan menjadi yang pertama mengucapkan selamat. Bahagia. Tentu saja. Banyak yang mengatakan kalau seseorang yang pertama menyampaikan ucapan selamat di hari yang berharga itu adalah orang yang benar-benar menyayangi kita. Senyum menghiasi wajahku menuju hari itu. Masih ada harapan bahwa dia masih menyayangiku. Tapi, saat hari itu tiba, tak kudapati pesan ataupun telefon darinya yang mengucapkan selamat. Tapi aku tetap menunggunya hingga kantuk yang memaksaku untuk akhirnya terlelap. Dan setelah sinar pagi membangunkanku, yang seketika teringat olehku adalah sahabat kecilku, berharap dilayarnya akan terpampang namanya disana. Kecewa langsung kurasakan ketika tak kudapati nama itu. 3 hari berlalu, barulah dia mengucapkan itu. Ya, 3 hari setelah hari kelahiranku. Mungkin baginya ini adalah hal sepele, tapi tidak bagiku. Aku benar-benar kecewa. Kini, jiwa ini sudah terlalu letih. Setelah hari itu, aku memutuskan untuk menjauh darinya. Mencoba untuk benar-benar melupakannya. Mungkin tidak untuk dalam waktu dekat ini, tapi aku yakin suatu saat nanti. Ya, suatu saat nanti.
***
Desember, 2011.
Senja hari ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang berbeda hanyalah aku tak disampingnya lagi dan juga tidak memikirkannya lagi. Di pantai ini, untuk terakhir kalinya aku akan mengingat dirinya, mengingat semua kenangan dan luka yang telah dia torehkan di hatiku. Mengingat semua kebodohan-kebodohan yang sudah aku lakukan untuknya dahulu. Karena disampingku sekarang telah ada seseorang yang akan selalu membuatku tersenyum. Yang akan selalu menghapus air mataku. Dan yang jelas, dia yang akan merubah kisahku, merubah sedihku. Di pantai ini, bersama angin yang berhembus, kenangan tentangmu pun akan ikut bersamanya.

Kamis, 01 Desember 2011

My Boys..

Assalamualaikum...

hay hay guys! Today, I wanna post 'bout 4 korean boys that can make me Can't breathe!!!


  • Lee Min Ho 
Who didn't know him? Pertama kali liat dia tuh waktu di Boys Before Flower, OMG! aku langsung jatuh cintah sama dia, di saat cewek2 lain mengidolakan Kim Bum yang kiyut kiyut gimanaaa gituu, aku malah lebih suka Lee Min Ho yang berperan sebagai Goo jun pyo. Setelah nonton drama ini, aku langsung beli semua drama yang diperankan oleh DIA! Dia tuh keren banget Sumpah! Hidungnya, matanya, semuanya deh! Apalagi waktu main di drama City Hunter, GOD! tiap liat dia, bawaannya teriak terus! hahak I can't breathe! (bahkan nulis ini pun, susah nafas!).
So COOL! omg!

I'm fainting now! (>o<)

  • Yoo seung Ho
Cowok yang satu ini benar-benar membuatku seperti orang gila! Waktu main di 4th period murder mystery saja sudah buat dirikuh ni kehabisan nafas, APALAGI waktu main di God of Study! SERIUS! aku BENAR-BENAR gak BISA NAPAS! Dan sukses membuat diriku ini Gemes se gemes gemesnya waktu main di The way home dan Hearty Paws! GOD! I ran out of words.

Cool?? YEAH!! >o<

Uuuuuum.... Cute!

  • Yoo Ah In
Pemeran dalam drama Sungkyunkwan Scandal ini mampu menghipnotisku selama menontonnya!! Aaaaaa he's So cute! I love his lip, OMG!
Cute, isn't he?

Hmmm....

  • Rain Bi
Aku suka banget perannya Rain waktu main di A love to kill dan Fugitive plan B! KEREN banget daah! meleleh aku di buatnya...!!




That's all guys,, Pokoknya, kalo nonton mereka mah bawaannya mau teriak terus, mau gila, dan mau pingsan!!! Hahak
Jeongmal Salanghae, oppa!! Kyaaaa!! >o<

And what about you guys? do you agree with me??


Kiss,
Nurul Yasin ^_^