Jumat, 07 Oktober 2011

Sakura_Cherry Blossoms

Berhubung aku sangat suka dengan Negeri Matahari Terbit, Jepang, apalagi sama yang namanya Bunga Sakura, ini ada sedikit info tentang Sakura!!!
semoga bermanfaat!!!


Asal-usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa jepang untuk "mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.
Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.
Periode berbunga pada pohon sakura ini sangat pendek, yang di Jepang di kenal dengan suatu kata kiasanyakni "7 hari bunga sakura", yang artinya bahwa sejak sakura mulai mekar lalu layu kembali waktunya kurang lebih 7 hari, dan keseluruhan pohon sakura sejak bunga pertama mulai mekar hingga seluruh bunganya layu kurang lebih memakan waktu setengah bulan.
Musim mekarnya bunga sakura adalah pada bulan April, yang juga bertepatan dengan awal masuk sekolah, dan masuk kerja di Jepang, yang merupakan suatu titik balik terbesar dalam hidup manusia, oleh karena itu bunga sakura juga melambangkan masa depan yang penuh sinar cerah da harapan.


Bagi orang Jepang, bunga sakura yang bermekaran memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan filosofi kehidupan misalnya kematian, keberanian, kesedihan, kegembiraan, dan kehidupan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal. Saat bunga sakura itu mekar maka akan membawa kegembiraan yang tak bisa diungkap dengan kata-kata dan karena bunga sakura ini hanya mekar selama (sekitar) setengah bulan setelah itu berguguran, mengingatkan kita bahwa tak ada sesuatu pun yang kekal di dunia ini. 


Bunga sakura menjadi bunga nasional jepang adalah karena bunga sakura memiliki sifat isagiyoku, patto saite, patto ochiru. Dalam bahasa indonesia, kalimat tsb mugkin bisa diartikan, "berbunga indah dlm waktu singkat, lalu berguguran."
Sifat ini (katanya) sesuai dengan kejiwaan orang-orang Jepang yang sering memilih mati meninggalkan nama daripada hidup tanpa pesona.


Kira-kira bunga sakura ada 200 jenis, kalo mo di sebutin satu-satu waah, bisa sampe berhari-hari! jadi ni ada beberapa jenis saja yg aku sebutin. 

Beberapa jenis sakura :
  • Someiyoshino

jenis ini merupakan yang paling terkenal di jepang karena jenis ini paling banyak tersebar di sana.
  • Edohigan

Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura danyamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakuraadalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.
  • Hikanzakura

Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayah Tiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Perfektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata "sakura" sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.
  • Shidarezakura
jenis ini termasuk dalam yamazakura yang merupakan jenis yang lebih lambat bermekaran dibanding dengan jenis sakura yang lain.





Fuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. 


Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua. 
Di negara lain, tradisi hanami disebut sebagai cherry blossom festival yang dikonotasikan dengan sakura matsuri. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura. Pohon sakura mekar di Jepang dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). 
Hanami

Hmm... aku harap suatu saat nanti, aku bisa menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran. Aaaaaakh indahnya!!!


SAKURA : 


Sabtu, 01 Oktober 2011

Model dadakan

Karena sudah lama tidak ngepost,, jd banyak sangat yang mo q critain! tapi mulai dari ni dulu!
 CekidoT!

 ini bukanlah cerita dongeng sebelum tidur atopun crita cinta dua remaja yang akan membuat kalian menangis sesenggukan... ini hanyalah cerita tentang tiga cebong yang sedang mencari jawaban 'kenapa Brad pitt begitu Tampan'? halah! Ndaglah! intinya ini hanyalah cerita 'Kosong' yang gak penting tentang 3 cewek Imuet-imuet *Plak!maaf bicarakotor) tapi merupakan Berlian terindah yang pernah diberi Allah untukku..

Ceritanya bermula dari sebuah sms..
Nurul : 'guys, bosan di rumah nih... kita ke Perpustakaan pusat (biarlebihkeren) yuk!' send to many.
Aulia : 'ok, ketemu di sana aja yah!'
Suci : 'iy, tunggu aq ya!'
Dan begitulah kami bersepakat untuk berkumpul di perpustakaan pusat untuk melepaskan kepenatan karena sudah beberapa hari semenjak UAN berakhir kami jadi pengangguran. Jadi maksudnya, ini adalah beberapa pertemuan kami yang terakhir karena tidak lama lagi kami akan berpisah (Hikz T~T) untuk melanjutkan pendidikan kami di luar kota. Aku berangkat menggunakan mobil pribadi yang kalo Naik Gratis Turun Bayar berwarna biru. Mobil itu melaju aman. Aku tersenyum saat membayangkan akan bertemu dengan dua cewek yang mungkin setengah otak mereka tersangkut di pohon jambu. Yang satu Lalod alias lambat loading dan yang atu lagi Oon. Beum. Kami punya panggilan yg kami buat sendiri yaitu Haruna-san=Suci, Ulhi-san=Aulia, dan Nami-san=Aku, itu semua karena kami bertiga adalah penggila Negeri Sakura. Kami selalu berharap kalau suatu saat nanti kami akan menjejakkan langkah kami di negeri yang terkenal sebagai negeri matahari terbit itu. (Amien). Akhirnya setelah ku lihat Gudang Buku itu, hayalanku terhenti dan mobilpun berhenti juga. Aku melangkahkan kakiku memasuki perpus. Log In (ca elah!) kemudian masuk ke ruang baca. Sepi (iyalah! perpus ini teh!). Hanya ada segelintir orang. Ku edarkan pandanganku tapi tak ku lihat wajah-wajah antik itu. "yah, always like that. I'm the first! it means.. i'm Waiting! ukh". Aku menuju rak buku yang kelompok novel, cari bacaan buat menunggu dua Princess Kodok itu. setelah menemukannya, aku mencari tempat duduk di pojok. tik tik tik tik. suara tik jam dinding dapat ku dengar saking sunyinya. Tak lama kemudian ku dengar suara pintu dibuka, dan ku temukan wajah bundar tanpa ekspresi dengan hidung yang longsor (maap ya!) namun bercahaya sedang berjalan masuk. Aulia Rajamoddin namanya. Dia tersenyum lalu duduk disebelahku. kami pun menunggu Suci hardianti bersama. Beberapa menit terlewati, suara pintu dibuka kembali terdengar. Dan terlihatlah tubuh kurus kerempeng milik Suci dengan senyuman mautnya. setelah kami lengkap, kami pun sibuk dengan bacaan kami sendiri untuk beberapa saat. Tapi kebosanan melanda kami. Aku melihat sekeliling. Hanya ada beberapa orang yang ada di situ. lampu neon 5 watt menyala di kepalaku. AHA!. Aku mengeluarkan sahabat kecilku dari kantong. TADAAA!. "kita Futu-futu aja!" tanpa meminta persetujuan aku menarik tangan mereka ke tempat yang memungkinkan untuk berfutu-futu ria.
Suci : "Nanti di liat orang, malu tau!"
Aulia : "hu'um... malu!"
Nurul : "halah! mereka sibuk baca tau! kapan lagi bisa bisa foto2 kayak gini! ayuk ah" eh Tapi sapa yang foto? gampang, taro di rak aja terus pake timer! daaan 

 *Jepret!
Lagi.. lagi.. lagi.. ! si Suci mendesak
*Jepret
"tadi katanya malu.." aku meledek dan dia hanya nyengir kuda
"eh eh ada orang lewat" Aulia teriak. Jadi, yang tadinya sudah pasang gaya ala Angelina jolie, refleks kami semua pura-pura nyari buku.
"Buku Diet sehat dimana ya?" ucapku, masih pura-pura nyari.
"eh, sudah lewat!" Aulia kembali teriak. Lanjuuuut!!!!
 *Jepret pret

"Muka jelek, muka jelek!" 1.. 2.. 3..!
(my Fave' Picture) 

 akhirnya tanganku pegal krn b'foto. Tiba-tiba lewatlah seorang malaikat, halah! bukan. Lewatlah adikku tercinta yang kebetulan sedang berada di TKP. "Fotokan dulu kakakmu ni!" OKlah.. 1, 2, 3!
Lagi.. lagi.. lagii!!
OK,, makasiiiiih... =)
"masih mauuuu..." rengek Aulia.
"masih mau?! Soook atuh!". "sana buat gaya, biar aku yg foto"

"Gantian, gantian!". "Ulhi, fotoin"
"sekarang aku sama Ulhi-san!"
(Tangan Suci tu! iiish) 
 Lagiiii....
Setelah mendapat beberapa photo, kami menengok jam. waah ternyata sudah berjam-jam(lebay!) kami menjadi 'model dadakan'. jadi kami memutuskan untuk segera pulang. Di depan Perpus.
 "waaah, pemandangannya bagus ya!?". Aku melirik mereka berdua dan menyunggingkan senyum misteriusku. Dan seakan tahu maksudku, mereka berdua tersenyum sambil mengangguk. "LANJUUUUUT" Hahahahaha
*JEPRET! JEPRET!

"Iiiiih.... orang belum siap! maen futu-futu aja!"
Hahaha aku tertawa menang
 "Nunu sana, aku fotoin!"
"with pleasure...!". "pake gaya apa nih?? akh, gini aja deh"
 *jepret

Dan begitulah, Cerita gak penting namun bagiku lebih berharga dari Lukisan Monalisa, ini berakhir.

Beberapa hari setelah itu, kami berpisah. Suci berangkat ke Semarang, aku ke Makassar, dan Aulia menetap di Kolaka. Untuk Mengejar sesuatu yang kami sebut Mimpi. Mereka adalah benar-benar Kado terindah yang diberikan Allah kepadaku karena dari mereka aku bisa lebih menghargai hidup ini. Mereka menghadirkan senyum dan tawa yang tulus dalam hidupku. Menambah warna indah dlm hidupku. Thanks Guys! I don't know how to express my grateful to you! I just wanna say that I LOVE U GUYS!!!!!!

Senin, 05 Juli 2010

bidadari terakhir

Terik matahari tak segan-segan menghujam seantero bumi. Suara bising yang berasal dari mesin seperti akan memecahkan gendang telinga, menusuk-nusuk hingga naik ke ubun-ubun. Peluh sebesar biji jagung perlahan menuruni wajah Lutfi. Samar-samar bau tak sedap menyergap hidungnya. Dia ingin segera turun dari bis pengap itu. Tubuh Lutfi terhuyung karena supir bis itu menginjak rem. Lutfi menengok keluar jendela. Seorang nenek yang hampir renta perlahan menaiki tangga bis. Semua orang yang ada di bis itu hanya menonton nenek yang sedang berusaha naik itu, tak seorangpun berniat menolongnya. Setelah berhasil naik, nenek itu mengedarkan pandangannya mencari tempat yang bisa ia duduki namun mata yang mulai rabun itu tak menemukannya. Lutfi hendak beranjak dari kursinya berniat untuk memberikan nenek itu tempat duduknya tapi tiba-tiba seorang cewek yang tepat berada di samping nenek itu, berdiri kemudian dengan lembut dan senyuman dia menuntunnyauntuk duduk di tempat yang semula dia duduki. Lutfi menatap kagum cewek itu. Di zaman sekarang ini sangat jarang ditemukan orang yang mau berbagi dan menolong sesamanya, semua tentang diri mereka sendiri. Apalagi dia seorang ‘cewek’. Makhluk Tuhan satu ini di zaman sekarang menjunjung tinggi yang namanya “gengsi”. Lutfi masih memperhatikan cewek itu yang kini sedang berdiri berpegangan pada tiang bis. Dari belakang Lutfi mengamati cewek itu. Rambutnya yang hitam, lurus, dan panjang ia biarkan terurai. Saat cewek itu berbalik ke belakang, dia mendapati Lutfi sedang menatapnya. Lutfi jadi salah tingkah dia merasakan darahnya mengalir lebih cepat dari biasanya dan jantungnya melantunkan musik milik DJ Sammy, hal itu membuat cewek itu menyunggingkan senyumnya. Bersinar. Dilihat dari fisik dia seperti cewek yang lemah namun senyumnya membuat dia terlihat kuat.

Beberapa menit kemudian, bis yang Lutfi tumpangi berhenti di Bus Stop. Hal itu mebuyarkan lamunan Lutfi. Dilihatnya cewek yang sempat mengisi pikirannya itu sedang melangkah menuju pintu bis untuk turun. Mata Lutfi mengikuti cewek itu berjalan di trotoar hingga bis pun berlalu. Ada rasa yang terlintas dihati Lutfi yang dia sendiri tidak bisa menafsirkan perasaan itu. Tapi bersama angin yang menghempas tubuhnya yang dipenuhi peluh, perasaan itu terbawa bersamanya.

***

Dikamar berukuran 5x6 m, terdapat 1 pasang meja belajar yang diatasnya tergelatk buku-buku yang dibiarkan berserakan, di salah satu sudut kamar terdapat sebuah gitar yang menjadi teman setia pemiliknya, di sudut lainnya ada sebuah lemari pakaian, di seluruh dinding kamar itu tertempel poster band-band luar, dan sebuah tempat tidur mungil yang saat ini diatasnya Lutfi sedang membolak-balikkan tubuhnya, dia tampak gelisah. Dia melirik jam bekernya yang menunjukkan pukul 03.00.

“Shit! Kenapa dia nggak bisa ilang dari pikiran gw sih!” ucapnya sedikit kesal. Cewek yang di bus siang tadi saat ini memenuhi otak Lutfi membuatnya tak bisa tidur. Dia tidak sabar lagi agar bulan segera tergantikan oleh matahari. Dia ingin melihat senyum tulus dari cewek itu. Setelah cukup lama, mata Lutfi perlahan terpejam dan akhirnya memasuki gerbang mimpi.

***

Dia berlari kecil meninggalkan kampusnya menuju Halte Bis karena dia tidak mau ketinggalan bis. Dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal Lutfi melirik jam yang melingkar ditangan kirinya. Jarum jam itu menunjukkan pukul 12.45

“seharusnya sih belum terlambat”

Dia mengalihkan pandangannya ke jalan dan dari kejauhan tampak bis yang kemarin dia tumpangi. Saat bis itu berhenti, Lutfi mengangkat kakinya menaiki tangga dengan suatu harapan. Dan harapan itu sepertinya terkabul. Saat telah berada di dalam bis itu, Lutfi mendapati cewek itu sedang duduk di tempat yang sama dengan kemarin. Lutfi tersenyum kecil saat cewek itu melihatnya dan melempar senyuman. Lutfi segera mencari tempat duduk kosong di barisan paling belakang. Dari tempat itu dia bisa memperhatikan cewek itu tanpa diketahui olehnya.

Begitulah seterusnya, Lutfi terus memperhatikan cewek itu dari tempat duduk paling belakang. Dan setiap hari itu pun dia terus menemukan 1 kebaikan yang cewek itu lakukan. Suatu hari, dengan hati yang penuh kagum Lutfi menyaksikan cewek yang sampai sekarang ia belum tahu namanya sedang menggendong bayi, menghiburnya, menyanyikan sebuah lagu yang bayi suka. Lutfi melihatnya seperti sedang melihat seorang malaikat, ketulusan yang terpancar dari wajahnya, keikhlasan yang terpampang di senyum indahnya. Semua gerakannya, wajahnya, senyumnya adalah sebuah seni yang tak ternilai harganya. Bagi Lutfi cewek itu lebih memiliki makna tersirat yang indah di banding dengan lukisan Monalisa kebanggaan orang Paris.

“sungguh bidadari terakhir yang telah di utus Tuhan” batin Lutfi.

Dari hari ke hari, minggu ke minggu, hingga bulan-bulan berlalu Lutfi terus memperhatikan, mengamati dan menikmati tiap kebaikannya. Dan sampai saat ini pun dia belum pernah menghampirinya walau hanya sekedar menyapa. Lutfi tetap memperhatikan di tempat duduk belakang. Dan makin hari pula kekaguman terus tumbuh dihatinya. Tapi Lutfi tidak menyadari kalau makin hari pula wajah cewek itu bertambah pucat dan makin lemah. Hingga suatu hari, ketika Lutfi menaiki tangga bis itu, dan melihat ke tempat biasa cewek itu duduk, dia tidak mendapatinya berada disitu. Tapi Lutfi tetap duduk di belakang dan terus menatap kursi kosong yang biasanya cewek itu berada. 3 hari telah berlalu dan lutfi tetap tidak mendapati cewek itu. Akhirnya rasa penasaran yang selama beberapa hari ini dia pendam memberanikannya untuk bertanya ke supir bis itu.

“maaf pak, cewek yang selalu duduk di kursi itu, kok nggak keliatan lagi?” Lutfi menunjuk pada kursi yang dekat dengan pintu bis.

“oh, Mbak Lucia… dengar-dengar sih, katanya dia sudah meninggal beberapa hari yang lalu…” Lutfi tersentak mendengar jawaban supir bis itu.

“Meninggal…?” tanyanya lagi sedikit tidak percaya. “kenapa bisa meninggal?” sambungnya.

“katanya sih sakit…” supir bis itu terlihat berpikir. “lio… leo… leukimia! Iya, Leukimia. Kasihan banget mbak Lucia, dia orang yang baek cantik pula, kenapa cepat-cepat dipanggil sama Tuhan…?” tukas supir bis itu. “katanya orang baek memang selalu cepat-cepat dipanggil supaya tidak berbuat yang jahat nantinya..”

Lutfi masih tetap dalam diam. Dia shock. Tidak percaya.

“ya… yang baik memang selalu lebih dulu dijemput oleh-Nya” batin Lutfi. “tapi kenapa harus dia? Apa masih ada orang seperti dia di dunia ini? Aku tak yakin.” Lutfi hanya bisa mengikhlaskan kepergian Lucia. Selamat jalan Bidadari terakhirku.

END